<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Shine Like the Stars</title>
	<atom:link href="http://hendrachen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hendrachen.wordpress.com</link>
	<description>Hendra Chen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Aug 2008 05:55:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hendrachen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Shine Like the Stars</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hendrachen.wordpress.com/osd.xml" title="Shine Like the Stars" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hendrachen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berkat Dlm Penolakan</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/berkat-dlm-penolakan/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/berkat-dlm-penolakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 09:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/berkat-dlm-penolakan/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda baca judul di atas, mungkin Anda pikir saya sudah gila. Ehm, saya pikir saya tidak gila. Kenapa saya katakan seperti itu, apa alasannya? Setiap menerima penolakan, apa yg Anda rasakan? Senang, atau sedih? Banyak yg akan menjawab sedih. Saya setuju seh dengan jawaban yg kedua. Tapi saya sekarang lebih memilih jawaban yg pertama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=65&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda baca judul di atas, mungkin Anda pikir saya sudah gila. Ehm, saya pikir saya tidak gila.<br />
Kenapa saya katakan seperti itu, apa alasannya?</p>
<p>Setiap menerima penolakan, apa yg Anda rasakan? Senang, atau sedih? Banyak yg akan menjawab sedih.<br />
Saya setuju seh dengan jawaban yg kedua. Tapi saya sekarang lebih memilih jawaban yg pertama.<br />
Kegilaan apa lagi ini???</p>
<p>Dulu waktu saya di tolak cewek, saya akan mengatakan padanya &#8220;Maaf, Anda belum beruntung mendapatkan saya&#8221;<br />
(Bagi para cowok ucapin deh, paling dilempar pisau terbang, dulu saya lulusan Bu Tong Pai angkatan ke X jadi bisa menghindar dari para cewek pelempar pisau ini, yg ini hanya joke, jangan begitu serius)</p>
<p>Begitu pula waktu saya tidak mendapat pekerjaan di suatu perusahaan, &#8220;Perusahaan yg kurang beruntung dan<br />
tidak jeli melihat karyawan&#8221; (Huahuahua 100x) (Ini juga tidak serius, tapi tetap saya ucapkan kok)</p>
<p>Kapan lagi saya ucapkan itu, saat seorang prospek menolak saya (dgn cara yg halus), pulang di jalan saya akan bilang<br />
&#8220;Maaf Anda kurang beruntung&#8221;. Kenyataan yg terjadi memang ga beruntung. (Ini juga candaan aza, tapi benaran saya ucapkan:D)</p>
<p>Terus apa yg bisa ditarik dari tiap hal ini??? Anda tidak punya dua pilihan di dalam hidup ini. Bahagia atau Sedih???<br />
Apapun yg terjadi, org katakan &#8220;sial&#8221;, saya tidak peduli, saya tetap bahagia. Kenapa saya bahagia, bukankah itu menipu diri sendiri (bbrp org dengan cara pandang yg picik berpikiran seperti ini). TIDAK.<br />
Saya memilih dan memutuskan utk hidup BAHAGIA, apapun yg terjadi. Setiap hari saya katakan pada diri saya sendiri<br />
&#8220;Hari ini Tuhan jadikan untukmu, tidak ada hal apapun, seorangpun, dan kuasa apapun yg sanggup merebut sukacita yg telah disediakan Tuhan hari ini&#8221;.<br />
Penolakan siapapun tidak menghentikan saya utk hidup BAHAGIA. Tuhan sudah tentukan saya utk BAHAGIA, dan memberkati saya seumur hidup saya. Satu penolakan apapun tidak membuat saya berhenti utk memungut kembali tiap<br />
&#8216;manna&#8217; yg telah di jatuhkan ke atas tanah.</p>
<p>Anda ditolak org, jujur sakit sekali. Sekarang apakah Anda mau tetap larut dalam kesedihan itu? Saya lebih memilih utk bersyukur akan penolakan dari tiap org.<br />
Kenapa saya katakan berkat, karena saat org menolak saya, saya akan bersyukur.</p>
<p>Banyak sekali, org yg bersungut-sungut utk hal buruk yg terjadi dalam hidup mrk, padahal mrk begitu mengetahu firman Tuhan. Ingat Yer 29:11, semua yg kita semua tahu firman ini. Tapi ini hanya sampai kepada kita sekedar pengetahuan (Logos). Tahu ya sudah tahu, tapi masih bersungut-sungut, komplain, mengeluh dan khawatir.<br />
Ingat saudara-saudari, kita bisa belajar dari Perjanjian Lama, begitu banyak org Israel yg bersungut-sungut di bunuh Tuhan.</p>
<p>Kalau Anda imani firman di Yer 29:11 dan bersyukur, saat itu lah firman Tuhan digenapi. Bro &amp; Sis, tiap saya di tolak org, saya berdoa seperti ini &#8220;Tuhan, terima kasih saya ditolak org ini&#8221;. Terkadang saya pulang kerumah, Saya bilang &#8220;Tuhan ini saya, hari ini di tolak Tuhan&#8221;.</p>
<p>Saya rasa ada damai, saya rasa ada semangat baru. Sampai hari ini bagi saya<br />
suatu mukjijat tidak hanya saat org lumpuh bisa berdiri, atau org buta bisa melihat.<br />
Bagi saya, disaat saya ditolak org, dan Tuhan memberikan rahmat utk bersyukur itu adalah mukjijat.<br />
Saat saya terjatuh, dan bangkit kembali itu adalah mukjijat.<br />
Saat saya berdosa, dan saya minta ampun itu adalah karunia.<br />
Saat saya disakiti dan saya dimampukan utk mengatakan &#8220;Tuhan memberkatimu&#8221; itu adalah karunia.<br />
Sebuah penolakan membuat saya melangkah lebih dekat lagi kepada Tuhan. Sampai suatu penolakan Tuhan bisa gunakan utk membuat saya hidup lebih dekat kepada Dia.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda ???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=65&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/berkat-dlm-penolakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sales / Iklan yg Jelek</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/sales-iklan-yg-jelek/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/sales-iklan-yg-jelek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 08:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Di Bisnis yg saya tekuni saya sering mendengar org berbicara tentang 3 hal yg membuat suatu transaksi penjualan terjadi 1. Perusahaan 2. Produk 3. Sales Man Perusahaan dan produk ok, tapi mungkin salesman kurang ok. Bagaimana dengan kita orang kristiani Perusahaannya ga tanggung2 Kerajaan Sorga, sebelum dunia ada, sudah ada Kerajaan Sorga. Kerajaannya kekal abadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=61&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Bisnis yg saya tekuni saya sering mendengar org berbicara tentang 3 hal yg membuat suatu transaksi penjualan terjadi<br />
1. Perusahaan<br />
2. Produk<br />
3. Sales Man</p>
<p>Perusahaan dan produk ok, tapi mungkin salesman kurang ok.</p>
<p>Bagaimana dengan kita orang kristiani<br />
Perusahaannya ga tanggung2 Kerajaan Sorga, sebelum dunia ada, sudah ada Kerajaan Sorga. Kerajaannya kekal abadi bok.<br />
Produknya juga gile amit, KESELAMATAN yg dipersembahkan oleh Yesus diatas kayu salib. Sales man nya adalah kita, saya dan saudara. Iklannya juga adalah kita. Banyak org diluar sana melihat dari cara hidup kita, pikiran mereka, katanya pengikut Tuhan. Seringkali kita bersungut-sungut dan mengeluh, katanya pelayan Tuhan, di dalam gontok-gontokan, katanya pelayan Tuhan (hamba) maunya di sanjung-sanjung.</p>
<p>Bagaimana kalau org di luar sana melihatnya??? OMG, apa bedanya yah? Ini org Farisi gaya baru? Apa munafik??<br />
(Bagi yg luka batin baca ini kayak di tempeleng, saya termasuk salah satunya, tapi ini lah realitanya)</p>
<p>Saya teringat dengan Mahatma Gandhi, dia sangat salut dengan Yesus, dia punya alkitab di kamarnya, tapi dia katakan bahwa saya tidak ingin menjadi org kristiani. Kenapa?? Karena pengikut-pengikutnya adalah produk/iklan yg jelek.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda, sudah siap jadi iklan yg lebih baik, atau tetap sama saja?</p>
<p>Seribu org tua boleh bermimpi utk mengubah dunia, tapi 1 org muda bisa mengubah dunia. Apakah itu Anda?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=61&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/sales-iklan-yg-jelek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lampu Dunia</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/lampu-dunia/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/lampu-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 08:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Di kampung halaman saya (sudah kota seh sebenarnya) sering sekali mati lampu (listrik padam maksudnya) Satu hari itu bisa beberapa kali terjadi listrik padam. Mengganggu sekali, ouw yes, panas sekali, mau ntn TV ga bisa, mau apaun yg berhubungan dengan listrik terganggu. Saat saya tulis bbrp sharing hari ini, listrik padam saat saya tulis sharing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=59&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di kampung halaman saya (sudah kota seh sebenarnya) sering sekali mati lampu (listrik padam maksudnya)</p>
<p>Satu hari itu bisa beberapa kali terjadi listrik padam. Mengganggu sekali, ouw yes, panas sekali, mau ntn TV ga bisa, mau apaun yg berhubungan dengan listrik terganggu.</p>
<p>Saat saya tulis bbrp sharing hari ini, listrik padam saat saya tulis sharing yg ini. Tiba-tiba lampu yg dicharge, hidup saat listrik padam. Ouw saya sangat terbantu dengan lampu ini, sehingga saya bisa menyelesaikan menulis sharing ini.</p>
<p>Di dunia yg sakit ini kita sering lihat bagaimana karakter yg ada di dalam masyarakat, ada penjahat di gebukin ampe mati bok, keluar dari gereja mobilnya kesenggol dikit, sumpah serapah keluar dah, byk yg edan, ada yg terima telpon di gereja<br />
(dipikir salah satu santo atau santa telp dia), ada yg pakai baju kayak krg bahan, kasihani lah para pria ini (haiya),<br />
ada yg asik berjam2 ngoming kejelekan org lain, atau ada yg sudah katanya HIDUP BARU (bukan menempuh hidup baru yah) masih suka dugem (duduk gemetar). Atau yg lebih nekat lagi, sudah kristiani, tapi karena yah terlalu lama harap<br />
pengen punya pasangan hidup, mulai d pakai susuk, ehm apalagi yah yg biar usahanya lancar pakai yg namanya pelaris.</p>
<p>Kacau yah, benar kacau. Ingat tentang lampu diatas. Lampu ini membantu org saat di dalam kegelapan. Sama dengan dunia ini yg gelap karena listrik padam (ga tahu sampai kapan gelap terus), kita bisa memilih jadi gelap itu sendiri (kompromi) atau kita bisa jadi lampu charge yg hidup disaat gelap (Disini ga pakai lilin lagi takut kebakar bok, kan sudah kota lah:p)</p>
<p>Setiap hari kita dihadapkan kepada pilihan utk menjadi terang atau hidup dalam gelap itu sendiri. Firman Tuhan katakan bahwa kita seharusnya menjadi TERANG dan Garam Dunia.<br />
Berani tampil beda, menjadi terang atau garam saat sekeliling kita biasa-biasa saja. Menjadi saksi yg hidup dari pengikut Kristus. Cara hidup Anda hari ini akan merupakan kesaksian yg hidup. Anda mengharapakan keluarga ada berubah, biar bisa tobat biar biasa ga marah2 biar bisa yg baik-baik, mulailah itu dari diri Anda sendiri. Kapan?? Saat ini mulailah?</p>
<p>Jangan sampai ternyata bsk sudah koit, ditolak Tuhan &#8220;Enyahlah kalian pembuat kejahatan&#8221;. Lebih baik ditolak manusia sekarang dari pada di tolak Tuhan. (Asli neraka itu ga enak, katana lho serem bok &#8212; ga rasa ga tahu seh, tapi da rasa hehehehhe sudah terlambat)</p>
<p>Yuk jadi terang dan garam dunia saat ini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=59&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/19/lampu-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahagia</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/17/bahagia/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/17/bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Apa yg membuat Anda Bahagia ???? Apakah seperti berikut dibawah ini: 1. Punya mobil beroda 7 2. Punya 700 selir + 100 istri 3. Punya rumah seperti istana negara 4. Juara olimpiade 5. Punya kolam buaya 6. Punya pacar secantik ehmmm sapa yahhhh Carrie Underwood 7. Punya pesawat F16 8. Punya uang sekaya sebanyak Sultan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=56&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yg membuat Anda Bahagia ???? Apakah seperti berikut dibawah ini:<br />
1. Punya mobil beroda 7<br />
2. Punya 700 selir + 100 istri<br />
3. Punya rumah seperti istana negara<br />
4. Juara olimpiade<br />
5. Punya kolam buaya<br />
6. Punya pacar secantik ehmmm sapa yahhhh Carrie Underwood<br />
7. Punya pesawat F16<br />
8. Punya uang sekaya sebanyak Sultan Brunai<br />
9. Makan daging kuda<br />
10. Tiap orang yg lewat menyanjung Anda (gila ???)<br />
11.<br />
12.<br />
13.<br />
14.<br />
15.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
ke 1 juta</p>
<p>Anda yakin setelah memikirkan hal gila ini dan mencapainya, hidup Anda bahagia???<br />
Saya ingin menanyakan satu hal kepada saudara-saudari, apakah hidupmu bahagia??</p>
<p>Saya bahagia.<br />
Karena<br />
Saya mempunyai impian<br />
Saya tahu tujuan hidup saya<br />
Saya tahu siapa sebenarnya saya<br />
Saya bisa melakukan hal-hal yg Tuhan katakan saya bisa lakukan<br />
Saya bisa makan 2 kali sehari (sering gratis malah halah:p)<br />
Saya bisa dapat pinjaman motor<br />
Saya bisa bekerja<br />
Saya mempunyai sahabat-sahabat yg luar biasa<br />
Saya mempunyai pacar<br />
Saya mempunyai org-org yg menjadi ujian buat karakter saya<br />
Saya mempunyai sahabat curhat yg luar biasa namanya Yesus<br />
Saya dikasihi Tuhan<br />
Saya banyak teman<br />
Saya mempunyai tempat tinggal<br />
Saya masih sehat<br />
Saya hari ini di tolak orang<br />
Saya hari ini punya teman yg tidak tepati janji<br />
Saya hari ini dijadikan tong sampah<br />
Saya hari ini di todong sama preman karena 17 agustus<br />
Saya hari ini didoakan sahabat-sahabat saya<br />
Saya sering kekurangan uang<br />
Saya tidak pernah kekurangan berkat<br />
Yg luar biasa, saya adalah pewaris kerajaan surga, Tuhan katakan saya harus bahagia bukan karena saya bisa usir setan tapi karena nama saya tercatat sebagai pewaris.</p>
<p>Saya menghitung berkat saya hari ini sebelum tidur, bagaimana dengan Anda? Mengeluh tidak membuat hidupmu lebih baik, khawatir tidak menambah 1 hasta pun dalam hidupmu.</p>
<p>Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki oleh Allah di dalam Kristus bagi kamu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=56&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/17/bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diampuni utk Mengampuni</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/17/diampuni-utk-mengampuni/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/17/diampuni-utk-mengampuni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Diampuni utk Mengampuni Saat saya sedang saat teduh,  Injil hari itu mengisahkan tentang perumpamaan tentang pengampunan (Mat 18: 21 &#8211; 9:1). Waktu saya renungkan firman ini saya diingatkan kembali pada suatu peristiwa yg saya alami sendiri dari firman ini yg menggugah hati saya untuk menulis ini. Saya punya sahabat cewek, bisa saya katakan dia seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=54&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diampuni utk Mengampuni</p>
<p>Saat saya sedang saat teduh,  Injil hari itu mengisahkan tentang perumpamaan tentang pengampunan (Mat 18: 21 &#8211; 9:1).<br />
Waktu saya renungkan firman ini saya diingatkan kembali pada suatu peristiwa yg saya alami sendiri dari firman ini yg menggugah hati saya untuk menulis ini.</p>
<p>Saya punya sahabat cewek, bisa saya katakan dia seorang mentor saya di dalam mengembangkan karunia-karunia rohani pada awal saya mengalami Tuhan. Saya berteman baik sama dia, tapi saat itu saya merasa saya sangat disakiti karena sikapnya saat itu, karena luka-lukanya dia seperti menghujam saya sangat dalam. Sedih dan marah adalah yg saya rasakan saat itu. Saya saat itu adalah tipe org yg suka mendiamkan org kl org itu saya pikir telah berbuat salah kepada saya. Saya cuekkan dia, tiap doa saya diingatkan utk berdamai segera (ingat firman Tuhan katakan sebelum kau memberikan persembahan jika kau ingat ada masalah yg belum selesai dengan sodaramu, pergilah berdamai dulu), saya waktu itu bandel, saya nego sama Tuhan (kurang hajat yah:(( jgn diikuti) 3 hari lagi deh Tuhan saya berdamai. Tidak tahu saya telah melukai hati Bapa.</p>
<p>Pada hari kedua waktu saya baca milist komunitas, waktu itu ada posting tentang pengampunan.<br />
Cerita Pertama adalah tentang Paus Yohanes Paulus II.<br />
Dia dikhianati oleh murid kuliahnya (seorang mata-mata komunis), kemudian muridnya menyesal karena telah<br />
memata-matai Paus, dan dengan BEGITU MUDAHnya, Paus mengampuni dia saat itu juga.</p>
<p>Cerita Kedua adalah tentang Paus Yohanes Paulus II yg di tembak. Dia ke penjara, memeluk org yg hampir membunuhnya dan mengampuni org tersebut.</p>
<p>Cerita Ketiga adalah dari Injil yg saya baca saat saya tulis sharing ini. Tentang perumpamaan tentang Tuan yg telah ampuni hambanya (10.000 talenta &#8212; kerja seumur hidup juga tidak bisa bayar punya), tapi hamba ini tidak mengampuni temannya yg berhutang 100 dinar, dia tidak mengampuni. Tuan itu marah dan menghukum hamba yg jahat ini.</p>
<p>Saat saya membaca 3 cerita diatas saya seperti di tampar, kepala saya seperti dihantam palu, pusing d. Tangis saya meledak, hamba yg jahat ini adalah saya. Saya berlutut dan menangis minta ampun, Tuhan telah menghajar saya hari ini.<br />
Tidak kah cukup apa yg Tuhan telah kerjakan dalam hidup saya, Dia sudah ampuni saya, teman yg sakiti hati saya, saya tidak ampuni. Saya menyalibkan Yesus sekali lagi karena dosa saya ini.</p>
<p>Hari itu juga pada malam hari saya cari teman saya, saya ajak damai (rekonsiliasi), kita doa dulu sebelumnya, dan kita saling curhat, dia minta maaf, saya juga minta maaf, kita menangis bersama, saat itu saya percaya di surga malaikat-malaikat sedang barbeque panggang babi melihat 2 anak yg hilang telah kembali.</p>
<p>Beberapa hari kemudian kami melayani di retret SHDRK dari salah satu kampus, kembali Tuhan memberikan kado yg special buat anak-anakNya.</p>
<p>Mat 18:35<br />
Maka BapaKu yg di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni<br />
saudaramu dengan segenap hatimu.</p>
<p>Apakah saya sudah MENGAMPUNI hari ini???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=54&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/08/17/diampuni-utk-mengampuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Relasi dengan Tuhan</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/07/24/relasi-dengan-tuhan/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/07/24/relasi-dengan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Bro &#38; Sis, Saya tulis ini sebagai refleksi buat kita semua. Pernah merasakan bahwa sedang berada di dalam &#8216;kering&#8217;? Dimana doa-doa terasa begitu basi? Terasa &#8216;seperti&#8217; Tuhan menjauh dari kita? Doa-doa yg tdk pernah terjawab ? Belenggu-belenggu yg mengikat kita terus menerus? Atau perasaan tidak layak? Atau merasa memikul beban yg sangat berat? Capek terlalu byk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=50&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bro &amp; Sis,</p>
<p>Saya tulis ini sebagai refleksi buat kita semua.</p>
<p>Pernah merasakan bahwa sedang berada di dalam &#8216;kering&#8217;? Dimana doa-doa terasa begitu basi?<br />
Terasa &#8216;seperti&#8217; Tuhan menjauh dari kita? Doa-doa yg tdk pernah terjawab ? Belenggu-belenggu yg mengikat kita terus menerus? Atau perasaan tidak layak? Atau merasa memikul beban yg sangat berat? Capek terlalu byk melayani? Luka batin??</p>
<p>Mungkin Kita bertanya, &#8220;Tuhan kenapa ini terjadi??? Kenapa keadaan saya seperti ini?&#8221;.</p>
<p>Ada bbrp hal yg sangat penting yg tidak disadari oleh kita bahwa:<br />
==&gt;Suatu Relasi antara Allah dan manusia dibangun atas dasar komunikasi (two ways)<br />
Bagaimana kita bisa mengenal Allah lebih dalam sedangkan kita sendiri tidak memberikan quality time kita utknya, kita terlalu byk memberikan waktu sisa kita kepada Tuhan.<br />
Setelah menghabiskan waktu dengan bekerja dan tidur, 2/3 hidup kita telah kita pergunakan, dan yg kita &#8216;berikan&#8217; ada sisa waktu yg kl &#8216;ngantuk ya uda d&#8217; ato &#8216;cape d&#8217; ato &#8216;nonton dulu d&#8217; ato &#8216;telpon teman dolo&#8217;.  Saat kita mulai berdoa, dengan enaknya kita bilang &#8216;Sorry Tuhan gw da capek&#8217;.<br />
Dia menunggu Anda dan saya dari saat membuka mata sampai menutup mata. Kemudian kita berani mengatakan bahwa Tuhan kok jauh sekale:D Kalau kita mau bertumbuh lebih lagi, mau mengalami hal yg dunia katakan &#8216;luar biasa&#8217;, bagaimana mungkin itu terjadi kalau kita sendiri tidak mau utk Bayar Harga Lebih. Banyak sekali kita mendengar, teman-teman kita yg rindu punya karunia A ato Karunia B, bagaimana kita bisa mendapatkan kalau kita sendiri<br />
belum mampu bertanggungjawab utk hal tersebut yg lebih besar. Tanya Kenapa???<br />
Point disini adalah quality time, dengan Siapakah aku menghabiskan waktu saat berdoa?<br />
Kalau kita menyadari dengan siapa menghabiskan waktu ga ada d itu ceritanya malas, tape, ntn dl ah.</p>
<p>===&gt;Pertobatan<br />
Tiap org cenderung bersalah, bahkan firman Tuhan katakan jika seorang tahu ttg hal yg baik dan ia tidak lakukan org tersebut telah berdosa. So, kemungkinan kita luput dari dosa itu kecil sekali. Saat Anda berpikir bahwa &#8220;ah gpp gw baru ngaku dosa natal/paskah yg lalu&#8221;, saya mengucapkan selamat utk yg berpikir seperti ini, anda baru jatuh ke dalam<br />
dosa KESOMBONGAN, yg membuat lucifer di lemparkan ke ujung bumi.<br />
Firman Tuhan jelas sekali disebutkan bahwa Tuhan mengenal orang congkak dari jauh. Kita hanya perlu belajar rendah hati, bukan masalah org salah ato tidak sama kita, ga perlu menyalahkan siapa-siapa, lihat kedalam diri kita sendiri, dan akuilah itu jujur di hadapan Tuhan. Dia yg setia akan mengampuni dosa kita. Orang yg rendah hati lah yg dikasihi Tuhan. Satu hal lagi, seperti kita kalau mengecat rumah salah cat, yg perlu kita lakukan adalah ambil pel basah dan hilang bekas cat yg salah, tapi kalau terlalu lama di biarkan kita harus kerik itu bekas cat, sama seperti itu juga dosa manusia, so rajin-rajinlah terima sakramen tobat, terutama yg punya luka batin belum pulih.<br />
Sering menerima sakramen tobat akan memurnikan suara hati.</p>
<p>Yesaya<br />
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk<br />
menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;<br />
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah<br />
segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.</p>
<p>==&gt;Didalam hadirat Tuhan ada perubahan<br />
Kembali ke pertanyaan di atas yg banyak, saat Anda di dalam hadirat Tuhan yg namanya beban akan diangkat, yg namanya luka akan disembuhkan, yg namanya luka batin akan dipulihkan bahkan ditunjukkan lebih dalam lagi akarnya, yg namanya capek melayani akan diisi kembali oleh kasih, yg pasti org yg sering berdoa pastilah org yg hidupnya berubah.<br />
Berubah disini adalah proses, kl Anda tidak berubah Anda tidak bertumbuh alias mati. Hari demi hari semakin serupa dengan Kristus. So jika Anda sering berdoa, dan menyembah, ikut PD 1<br />
minggu 3-4kali, tapi tidak mengalami kelepasan, ada yg salah. Dalam doa pribadi saja, Tuhan hadir, apalagi persekutuan org percaya.<br />
Anda punya luka batin? Byk, brp biji, 1 atau 2 atau 3? Tuhan bukakan dan pulihkan luka batin saya, kalau saya tuliskan semua lebih byk dari buku Harry Potter kali:) Apakah saya ikut retret<br />
luka batin 100x utk ratusan luka tersebut. Nope, hanya datang kepada Tuhan<br />
dalam doa pribadi. Pertanyaan selanjutnya, &#8220;Maukah kamu sembuh????&#8221;<br />
Pertanyaan yg sama Yesus tanyakan kepada org yg lumpuh di kolam betsaida.</p>
<p>God Bless You</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=50&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/07/24/relasi-dengan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>What I Choose</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/06/30/what-i-choose/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/06/30/what-i-choose/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 06:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Mari refleksi Minggu pagi-pagi sblm jam 8 gw sudah bangun, kita mo rayain ultah romo moderator kita di bekasi. Gw yg jadi PIC utk koordinir utk yg pergi dengan motor. Dari malam sudah sms-in teman-teman yg pakai motor utk kumpul di depan kampus binus. Setelah mandi dan beres-beres, gw smsin lagi buat siap-siap berangkat, seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=48&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mari refleksi</p>
<p>Minggu pagi-pagi sblm jam 8 gw sudah bangun, kita mo rayain ultah romo moderator kita<br />
di bekasi. Gw yg jadi PIC utk koordinir utk yg pergi dengan motor. Dari malam sudah<br />
sms-in teman-teman yg pakai motor utk kumpul di depan kampus binus.</p>
<p>Setelah mandi dan beres-beres, gw smsin lagi buat siap-siap berangkat, seorang teman (X)<br />
, minta gw miscall kl sudah mo kumpul. Kita rencana jam 8:30 teng jalan.</p>
<p>Jam 8:20 dia ternyata sudah datang ke meeting point dan call gw, dia bilang dia sudah sampai,<br />
gw bilang wait dulu yah kita masih nungguin seorang teman cewek katakanlah namanya si Y (lama dandannya d)</p>
<p>Waktu itu ada teman yg tinggal di jelambar ikut datang juga, akhirnya teman gw dari jelambar ini<br />
datang dengan si X ke rumah gw. Baru ketemu gw terima satu celaan yg ga enak banget:D thx God<br />
(dosa apa gw nungguin org masih mandi dandan2, situ minta gw mc kl da mo kumpul-blm gw mc situ datang duluan,<br />
gw terima deritanya) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat itu gw secara manusiawi akan kasi cacian terbaik gw, tapi yg keluar dari mulut gw adalah &#8220;X, maaf yah&#8221;<br />
Saat itu juga X diam.</p>
<p>Kita pergi ke bekasi, eh ternyata ada teman yg tersesat waktu kita telp dia, yg dikatakan asik d &#8220;Gw mo pulang,<br />
katanya konvoi gimana seh???&#8221; (penuh emosi). Karena ga pengen memperpanjang masalah gw say sorry. Disini gw belajar. Saat<br />
org emosi apapun yg dikatakan tidak bisa diterima dengan baik, karena akal sehat tidak bisa berfungsi dengan baik:D</p>
<p>Gw putuskan bersama satu org teman mencari teman gw yg tersesat. Akhirnya ketemu. Thx God.<br />
Sesaat sebelum misa gw sadar kl gw sebenarnya terluka dengan cara teman2 gw yg notabene org pelayanan terhadap gw.<br />
I serve you people, but i got hurt. Waktu misa gw bilang ma Tuhan, gw ga pengen keep sakit hati ini, i let it go.<br />
I forgive you, I bless you bro.</p>
<p>Setelah misa kita makan2, kemudian kita mulai cerita2. Ternyata teman gw yg tersesat ini bercanda.<br />
Kita ketawa terbahak-bahak<br />
bahas ini semua (Kl gw simpan sakit hati gw, gw ketawain diri sendiri kayaknya 7 hari 7 malam).<br />
Asik banget, Gw bilang ma teman gw: &#8220;Gua bahagia banget, dari maren2 da lama gw pengen makan es kacang<br />
merah sekarang ada, mo makan2 kue2 basah semua ada, ada 2 kue ultah, ada 2 puding, ada banyak makanan&#8221; sambil tertawa-tawa.<br />
Tapi gw katakan ini benar dari hati gw, karena seperti itu Tuhan sediakan buat gw. Yg Ultah sapa seh? Hendra apa si Romo seh???</p>
<p>Setelah itu kita pulang rumah, sempat tidur bentar setelah itu makan. Agak malam kepikir mo makan indomie. Waktu sedang makan<br />
gw ingat, teman gw masakin gw mie, hei wake up u makan mie. Astaganaga puji hosanna, gw makan mie. Thx Father, gw masih makan.<br />
Ga terasa mata gw basah, merenung what i got today, pembentukan karakter. Rezeki yg berlimpah. Penyertaan dan keselamatan<br />
di perjalanan. Gw sadar sekali lagi, gw tidak bisa mengubah org lain (wahai &#8216;musuh-musuh&#8217; di komunitas), tapi gw bisa belajar<br />
utk mencintai.</p>
<p>Dimata Tuhan tidak ada yg lebih benar dan lebih salah, yg ada hanya siapa yg lebih mempunyai banyak<br />
kasih utk mencintai dan mengampuni.</p>
<p>Gw sadar Tuhan terlebih dahulu mencintai dan mengampuni gw, Dia telah setia utk hidupku bahkan disaat gw tidak setia.<br />
(Rm 5:8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,<br />
oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa)</p>
<p>I commit to love more, to forgive more, and to bless more. Why??? Coz I love Him.<br />
Seberapakah saya sudah serupa dengan Kristus??? Tanya dirimu??? Tanya kenapa??? Setiap hari Anda selalu dihadapkan 2 pilihan. Yg baik dan tidak.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=48&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/06/30/what-i-choose/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CINTA SEORANG IBU</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/06/05/cinta-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/06/05/cinta-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 07:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=47&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua<br />
dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.</p>
<p>Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya<br />
mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu<br />
ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang<br />
malang. Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan:</p>
<p>&#8216;Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa<br />
lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku<br />
mati.&#8217;</p>
<p>Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya,<br />
sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang<br />
dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa,<br />
namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk<br />
diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke<br />
seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa<br />
dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.</p>
<p>Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu. Dia menangis meratapi anak<br />
yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan, &#8216;Tuhan ampuni anak<br />
hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya.&#8217;</p>
<p>Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya<br />
dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani<br />
hukuman.. Dengan hati hancur, ibu itu kembali ke rumah. Tak hentinya dia<br />
berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena<br />
kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.</p>
<p>Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat ber-bondong2<br />
manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya<br />
dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya<br />
yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.</p>
<p>Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan<br />
tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dan suasana<br />
mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng<br />
datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali<br />
lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.</p>
<p>Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir<br />
darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.<br />
Dengan jantung ber-debar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang<br />
naik ke atas menyelidiki sumber darah.</p>
<p>Tahukah anda apa yang terjadi?</p>
<p>Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur<br />
berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan<br />
lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur<br />
di dinding lonceng.</p>
<p>Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air<br />
mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah<br />
diturunkan, menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.</p>
<p>Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan<br />
mengikat dirinya di lonceng, memeluk bandul dalam lonceng untuk<br />
menghindari hukuman pancung anaknya.</p>
<p>Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya. Betapapun jahat<br />
si anak, ibu akan tetap mengasihi sepenuh hidupnya.</p>
<p>Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih<br />
mampu, karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini.</p>
<p>Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita&#8230; agar kita selalu mencintai<br />
sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.</p>
<p>There is a story living in us, that speaks of our place in the world. It<br />
is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves.</p>
<p>Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.</p>
<p>Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang<br />
abadi.</p>
<p>Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.</p>
<p>Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksana.</p>
<p>Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa<br />
yang diberikan Tuhan.</p>
<p>Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.</p>
<p>Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.</p>
<p>Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti.</p>
<p>Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.</p>
<p>Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci untuk menuju Surga.</p>
<p>Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar<br />
kembali.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=47&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/06/05/cinta-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cangkir yg Cantik</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/05/21/cangkir-yg-cantik/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/05/21/cangkir-yg-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 04:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. &#8220;Lihat cangkir itu,&#8221; kata si nenek kepada suaminya. &#8220;Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,&#8221; ujar si kakek. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=46&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk<br />
mencari<br />
hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah<br />
cangkir<br />
yang cantik.<br />
&#8220;Lihat cangkir itu,&#8221; kata si nenek kepada suaminya.<br />
&#8220;Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,&#8221; ujar si<br />
kakek.<br />
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud<br />
berbicara;<br />
&#8220;Terima kasih untuk pujiannya, tapi kalian perlu tahu bahwa aku<br />
dulunya<br />
tidak<br />
cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok<br />
tanah<br />
liat yang tidak berguna.<br />
Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar<br />
aku<br />
ke<br />
sebuah roda berputar.<br />
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop !<br />
Stop !<br />
Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata &#8220;belum !&#8221; lalu ia mulai<br />
mencengkeram dan<br />
meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi.<br />
Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.<br />
Bahkan<br />
lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.<br />
Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.<br />
Tapi<br />
orang ini berkata &#8220;belum !&#8221;<br />
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai<br />
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.<br />
Oh ternyata belum.<br />
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia<br />
mulai<br />
mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop! Aku berteriak.<br />
Wanita itu berkata &#8220;belum !&#8221; Lalu ia memberikan aku kepada seorang<br />
pria<br />
dan<br />
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!<br />
Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak<br />
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus<br />
membakarku. Setelah puas &#8220;menyiksaku&#8221; kini aku dibiarkan dingin.<br />
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan<br />
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku.<br />
Aku terkejut sekali.<br />
Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir<br />
yang<br />
begitu cantik.<br />
Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala<br />
kulihat<br />
diriku.&#8221;<br />
Think about this:<br />
Seperti inilah Tuhan membentuk kita.<br />
Pada saat Tuhan membentuk kita,<br />
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.<br />
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya<br />
menjadi<br />
cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.<br />
&#8220;Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam<br />
berbagai<br />
cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan<br />
ketekunan.<br />
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda<br />
menjadi<br />
sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.&#8221;<br />
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati,<br />
karena Dia sedang membentuk Anda.<br />
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses<br />
itu<br />
selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=46&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/05/21/cangkir-yg-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bapa yg Tidak Menolak</title>
		<link>http://hendrachen.wordpress.com/2008/05/19/bapa-yg-tidak-menolak/</link>
		<comments>http://hendrachen.wordpress.com/2008/05/19/bapa-yg-tidak-menolak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 06:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrachen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrachen.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu yg lalu waktu gw bicara ma seseorang gw dibentak, gw merasa sangat sakit hati, kok gw ga salah dibentak. Sedih sekali waktu itu. Besoknya tiap ingat hal ini gw marah, dan sedih. Setelah bbrp hari gw merasa bahwa reaksi gw ini berlebihan, jangan-jangan ini trigger lagi ke luka batin yg lebih dalam. Kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=45&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu yg lalu waktu gw bicara ma seseorang gw dibentak, gw<br />
merasa sangat sakit hati, kok gw ga salah dibentak. Sedih sekali<br />
waktu itu.<br />
Besoknya tiap ingat hal ini gw marah, dan sedih. Setelah bbrp hari gw<br />
merasa bahwa reaksi gw ini berlebihan, jangan-jangan ini trigger lagi<br />
ke luka batin yg lebih dalam.<br />
Kondisi fisik sedang drop lagi sakit, tambah lagi sakit jiwa alias<br />
luka batin.<br />
Di dalam pikiran gw bilang ok gw mengampuni tapi tiap ingat ini gw<br />
meledak sendiri, capek dengan kondisi ini padahal gw jadi ketua sel<br />
di retret PLB di binus. Mantap banget mo pelayanan tapi kondisi<br />
seperti ini.</p>
<p>Rabu malam mulai secara khusus doa utk ini, nothing happens, gw<br />
merasa lega dikit, bsknya keingat ini lagi meledak lagi, tape d.<br />
Waktu lagi curhat ma teman, dia bilang &#8220;Dulu gw byk sikap dan<br />
tindakan yg buat u sakit aza u bisa lewatin, apalagi ini u pasti<br />
bisa&#8221;. Perkataan teman gw saat itu seperti kesejukan buat gw. Gw<br />
putuskan gw pengen ampuni lebih total.</p>
<p>Kamis malam gw doa lagi, coba hadirkan kembali saat org itu bentak<br />
gw, gw bilang gw mengasihi u &amp; mengampuni u. Saat itu juga gw seperti<br />
dibawa kembali pada masa kecil gw saat gw di tolak oleh papa dan<br />
tante gw. Komplit d derita gw saat itu. Gw bilang apapun penolakan<br />
kalian gw mengasihi kalian dan mengampuni kalian.</p>
<p>Gw bilang Tuhan gw sudah kerjakan bagian gw utk mengampuni Tuhan,<br />
saat itu gw mendengar suara yg lembut &#8220;Aku mengasihimu, Aku Bapa yg<br />
mengasihimu dan Aku tidak pernah menolak engkau&#8221;.</p>
<p>Firman yg sering gw ucapin buat org lain kembali ke gw juga</p>
<p>(Yes 49:15-16)<br />
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak<br />
menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku<br />
tidak akan melupakan engkau.<br />
Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-<br />
tembokmu tetap di ruang mata-Ku.</p>
<p>dan (Mzm 27:10) Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun<br />
TUHAN menyambut aku.</p>
<p>Malam itu sakit hati gw seperti lepas sendiri dan Tuhan gantikan itu<br />
dengan sukacita dan kedamaian. Gw bilang sama Bapa, &#8220;Tuhan, aku siap<br />
melayani&#8221;</p>
<p>Thx Father for Your love</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrachen.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrachen.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrachen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrachen.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrachen.wordpress.com&amp;blog=1258008&amp;post=45&amp;subd=hendrachen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrachen.wordpress.com/2008/05/19/bapa-yg-tidak-menolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d40f71fb033e8625533c2578c0fe76f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrachen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
