Pengen sharing pengalaman waktu retret SHB IBII yang barusan. G waktu sebelum pergi, agak bingung juga apa pergi hari jumat malam atau sabtu sore bareng benny dkk.
Atau malah sama sekali ga usah pergi
G waktu itu putusin pergi hari Jumat malam, walaupun belum kemas sama sekali,
g diminta masuk kerja jam 8 and pulang jam 5 (masih sempat g pikir, kalau kumpul jam 7), tapi yang terjadi g tunggu 30 menit, karena belum ada yang datang, terus jam 3 g di ajak meeting dengan client, and g balik ke kantor itu sekitar jam 6, lsg buru2 jalan pulang, waktu itu rintik2 hujan mulai,
g agak khawatir karena waktu itu bawa notebook.
Waktu itu merasa ragu juga apa g pergi SHB, g tanya Tuhan, apa g semestinya datang atau tidak, kalau misalkan g datang, tolong jangan biarkan hujan ini turun, kalau ga, ya gpp hujan
(maksa ya)
Yang terjadi ga ujan sama sekali ampe g pulang, kemas2 pergi kumpul di ktr Tjintami, eh molor2 jam 10 baru jalan.
Sampe sana uda jam 12 malam. Teler abis. Tidurnya mantep lagi, ampe udah kayak ikan kali tidurnya pake miring, pagi2 g terdepak lagi, pas ke wc uda dikuasai viktor dkk, yang ada g tidur di gazebo, sedeh……. bener:D
Pas pencurahan waktu itu terasa sangat biasa-biasa aza, lebih terasa waktu rekoleksi buat tim IBII, 1 week sebelumnya. Setelah pencurahan dilanjutkan dengan adorasi, waktu adorasi terasa banget, walaupun pengantar adorasinya cukup membosankan juga, lihat vcd gt. Waktu adorasi g merasa ada yang memegang tangan g, dan g melihat visi dimana g yang masih kecil berjalan dengan Jesus di suatu tempat yang tenang, dan g dengan tertawa riang berputar-putar mengelilingi Jesus.
Besoknya waktu misa penutupan, sakramen mahakudus dibawa masuk — sebelum komuni, waktu itu seperti biasa kita duduk menyembah dan setelah itu kita menyanyikan lagu worship, g dancing in spirit dengan sukacita dan mengalami holy laughter, setelah itu, g nangis karena g sadar bahwa Tuhan begitu mengasihi g, waktu nyambut, g berlutut menyambut Hosti, setelah menyambut,g nangis lagi, g dulu bahkan tidak mengenal Dia, tapi Dia mau mengambil rupa sebagai manusia, disiksa dan mati buat orang yang bahkan tidak mengenal Dia. Betapa tidak layaknya g didepan Tuhan. Eh orang samping g menumpangkan tangan and berdoa,
waktu itu badan g kayak terbakar, dan g resting.
Dalam resting g, g melihat Jesus tersenyum ma g, happy banget. Beberapa saat seorang teman berbisik di telinga g, Jesus loves U — g pikir ini kata yang standar banget,
I love Jesus too — pikir g, tapi kalimat berikutnya membuat g surprise, “Saat ini Jesus sedang tersenyum dengan u”,
setelah misa selesai g tanya dia, “Kok u bisa bicara seperti itu, mangnya apa yang u rasakan???”. dia jawabnya “G belum perna melihat yang seperti lu lihat, tapi yang pasti itu yang g dengar, Itulah sabda pengetahuan”
G jadi sadar waktu itu, Tuhan memberikan penguatan pada apa yang g lihat selama ini, karena g sadar kadang g merasa tidak percaya, apa itu khayalan g atau apa gt.
Tapi hari itu g pulang retret g sadar, bahwa itu nyata. Pulang retret ini g sadar, dalam tiap saat, Tuhan tidak pernah meninggalkan g, dulu, sekarang dan selamanya,
Dia masih di tempat yang sama, kasihnya tetap sama dan perbuatannya tetap ajaib. Amen