Agustus 2006 kemarin aku ikut retret yang diikutin oleh semua dari Dekanat Utara, waktu itu sebenarnya diadain dua seminar yaitu SHB dan CLL. Aku itu SHB. Karena ga tahan lagi pengen SHB, mau tunggu yang IBII masih oktober mana tahan setelah yang aku alamin selama ini walah, wait no more man. Aku waktu itu ajak temenku Ucup juga.Waktu disana, dari session ke session tidak ada hal luar biasa, tapi sessionnya dibawain cukup bagus, kita yang SHB ada sekitar 300an hampir 400 orang. Tiap session ada sharing,menurutku sharing ini bagus juga dengan teman-teman yang semangat dan waktu itu ketuanya Ko Yongky.
Saat session penyembuhan luka batin, banyak banget yang histeris terutama cewek, ampe stress aku dengarnya–kidding ini ya. Waktu itu aku pikir masalahku yang kemarin-kemarin masih menyisakan luka, tapi waktu aku tidak merasa sakit hati atau pun luka dari hal yang sebelumnya kuceritakan. Tuhan sudah pulihkan aku kemarin-kemarin (baca di sharing Awal Pertobatan)
Pada pencurahan roh, waktu lagi nyanyi-nyanyi “Haleluya” & “Jesus” aku rasakan lagi ada yang mengalir di tanganku, waktu itu Ko Yongky, didepanku dan memegang tanganku dan meminta aku ikut apa yang dia ngomongin, waktu itu dia berbicara dalam bahasa roh, pertama aku ikutin beberapa saat kemudian tiba-tiba keluar dorongan dari dalam untuk berbicara dalam bahasa roh, terus waktu itu juga aku merasakan badanku penuh energi –bukan aliran mengalir tapi waktu itu badanku kayaknya full energi, tanganku dan kakiku jadi freeze, Ko Yongky waktu itu berbicara begini “Tuhan ini aku persembahankan, Hendra anakMu”, setelah dia doa gitu, aku langsung tumbang. Di lantai badanku masih penuh energi dan aku terus berbicara lama sekali dalam bahasa roh, sepertinya waktu itu rohku mau keluar untuk memuji Tuhan saja, berapi api. Waktu itu sampai ada seorang yang letakkan tangannya di dadaku dan berdoa. Setelah itu aku jadi tenang. Aku duduk, menyembah dan menangis karena bersyukur pada Tuhan, dan mengulangi commitmentku seperti waktu aku dipulihkan. Setelah itu kita dijelasin Ko Riko untuk mengontrol karunia yang sudah diberikan. Waktu itu aku sempat kesaksian juga. Tapi hari itu belum terlalu banyak yang dapat karunia itu, oya waktu itu juga ada yang mengerang kesakitan di belakang kami –selesai retret baru aku tahu dari panitia dia menggunakan jimat.
Besoknya kita ada PD besar, waktu itu praisenya powerfull banget, dan pas worship kita diminta menggunakan karunia yang sudah didapatkan dan waktu itu yang mau didoain lagi diminta berdiri. Waktu itu setelah diam berbicara bahasa roh, aku tiba-tiba ada dorongan untuk buka mulut lagi, waktu itu aku seperti lihat sinar lagi, dan yang keluar dari mulutku bukan bahasa roh, tapi tawa. Ya aku tertawa terbahak-bahak waktu itu, aku rasakan sukacita yang Tuhan berikan–benar Roh Kudus itu adalah Roh Penghiburan / Sukacita. Hohohohoho waktu itu. Di depanku hihihihiihihi ketawanya. Ketawanya mungkin 5-10menit, aku ga tahu cuman temenku bilang sekitar gitu, setelah selesai ketawa. Tiba-tiba aliran dari luar datang lagi ketanganku agak hangat, Tangan kiriku pertama terangkat kemudian tangan kanan, seperti orang mau terbang, badanku waktu itu ringan banget, aku pertama-tama pikir mau terbang — terus kepikiran mangnya ada karunia terbang ya??? (“Capek deh dra” –gaya aming–kidding ini), terus tangan aku letakkan lagi di dekat lutut, terus waktu itu aku semacam dapat dorongan dan ada yang berkata seperti ini “gerakkan tanganmu, menarilah” Wow, aku gerak-gerak deh kayak orang nari, dan narinya sangat mengikuti lagu yang sedang dinyanyiin, waktu aku nari aku dikasi lihat 4 gambaran.
1. Waktu pertama tanganku gerak pertama seperti mau terbang, aku lihat Yesus yang disalibkan
2. Aku dikasi lihat kemuliaanNya Tuhan, Jesus berdiri di awan, ada dikiri dan dikanannya malaikat-malaikat yang meniup semacam trompet dan memuji Dia, terus didepannya banyak yang tunduk menyembah Dia
3. Jesus berdiri didepanku dan memelukku, dan waktu itu aku sujud dikakinya.
4. Jesus menggendongku waktu aku lagi nari.
Itulah pengalamanku di SHB ini, pulangnya sampai aku tulis ini sharing, aku nari ampe jam 2 tiap malam, sampai dengar lagu biasa ini badan mo gerak. Yes, I wanna to dance to my Lord.
Start my new life, with the joy of Holy Spirit. Haleluya!!!