Kalau Anda baca judul di atas, mungkin Anda pikir saya sudah gila. Ehm, saya pikir saya tidak gila.
Kenapa saya katakan seperti itu, apa alasannya?
Setiap menerima penolakan, apa yg Anda rasakan? Senang, atau sedih? Banyak yg akan menjawab sedih.
Saya setuju seh dengan jawaban yg kedua. Tapi saya sekarang lebih memilih jawaban yg pertama.
Kegilaan apa lagi ini???
Dulu waktu saya di tolak cewek, saya akan mengatakan padanya “Maaf, Anda belum beruntung mendapatkan saya”
(Bagi para cowok ucapin deh, paling dilempar pisau terbang, dulu saya lulusan Bu Tong Pai angkatan ke X jadi bisa menghindar dari para cewek pelempar pisau ini, yg ini hanya joke, jangan begitu serius)
Begitu pula waktu saya tidak mendapat pekerjaan di suatu perusahaan, “Perusahaan yg kurang beruntung dan
tidak jeli melihat karyawan” (Huahuahua 100x) (Ini juga tidak serius, tapi tetap saya ucapkan kok)
Kapan lagi saya ucapkan itu, saat seorang prospek menolak saya (dgn cara yg halus), pulang di jalan saya akan bilang
“Maaf Anda kurang beruntung”. Kenyataan yg terjadi memang ga beruntung. (Ini juga candaan aza, tapi benaran saya ucapkan:D)
Terus apa yg bisa ditarik dari tiap hal ini??? Anda tidak punya dua pilihan di dalam hidup ini. Bahagia atau Sedih???
Apapun yg terjadi, org katakan “sial”, saya tidak peduli, saya tetap bahagia. Kenapa saya bahagia, bukankah itu menipu diri sendiri (bbrp org dengan cara pandang yg picik berpikiran seperti ini). TIDAK.
Saya memilih dan memutuskan utk hidup BAHAGIA, apapun yg terjadi. Setiap hari saya katakan pada diri saya sendiri
“Hari ini Tuhan jadikan untukmu, tidak ada hal apapun, seorangpun, dan kuasa apapun yg sanggup merebut sukacita yg telah disediakan Tuhan hari ini”.
Penolakan siapapun tidak menghentikan saya utk hidup BAHAGIA. Tuhan sudah tentukan saya utk BAHAGIA, dan memberkati saya seumur hidup saya. Satu penolakan apapun tidak membuat saya berhenti utk memungut kembali tiap
‘manna’ yg telah di jatuhkan ke atas tanah.
Anda ditolak org, jujur sakit sekali. Sekarang apakah Anda mau tetap larut dalam kesedihan itu? Saya lebih memilih utk bersyukur akan penolakan dari tiap org.
Kenapa saya katakan berkat, karena saat org menolak saya, saya akan bersyukur.
Banyak sekali, org yg bersungut-sungut utk hal buruk yg terjadi dalam hidup mrk, padahal mrk begitu mengetahu firman Tuhan. Ingat Yer 29:11, semua yg kita semua tahu firman ini. Tapi ini hanya sampai kepada kita sekedar pengetahuan (Logos). Tahu ya sudah tahu, tapi masih bersungut-sungut, komplain, mengeluh dan khawatir.
Ingat saudara-saudari, kita bisa belajar dari Perjanjian Lama, begitu banyak org Israel yg bersungut-sungut di bunuh Tuhan.
Kalau Anda imani firman di Yer 29:11 dan bersyukur, saat itu lah firman Tuhan digenapi. Bro & Sis, tiap saya di tolak org, saya berdoa seperti ini “Tuhan, terima kasih saya ditolak org ini”. Terkadang saya pulang kerumah, Saya bilang “Tuhan ini saya, hari ini di tolak Tuhan”.
Saya rasa ada damai, saya rasa ada semangat baru. Sampai hari ini bagi saya
suatu mukjijat tidak hanya saat org lumpuh bisa berdiri, atau org buta bisa melihat.
Bagi saya, disaat saya ditolak org, dan Tuhan memberikan rahmat utk bersyukur itu adalah mukjijat.
Saat saya terjatuh, dan bangkit kembali itu adalah mukjijat.
Saat saya berdosa, dan saya minta ampun itu adalah karunia.
Saat saya disakiti dan saya dimampukan utk mengatakan “Tuhan memberkatimu” itu adalah karunia.
Sebuah penolakan membuat saya melangkah lebih dekat lagi kepada Tuhan. Sampai suatu penolakan Tuhan bisa gunakan utk membuat saya hidup lebih dekat kepada Dia.
Bagaimana dengan Anda ???